Paroki Mamajang
Gereja Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga

Renungan Harian 13 Agustus 2020

Saudara dan saudariku umat Paroki Mamajang. Selamat pagi dan salam jumpa di pagi yang indah ini.

Bacaan Injil hari ini Mat 18:21-19:1 membuat saya bernostalgia akan pengalaman pelayanan di suatu paroki. Dalam salah satu jadwal pelayanan ke stasi-stasi, maka sampailah saya di satu stasi dengan menggunakan perahu paroki.

Dari atas perahu saya lihat ketua stasi sementara melakukan suatu pekerjaan. Padahal biasanya ketua dan umat sudah menunggu dan kemudian.membantu menurunkan perlengkapan misa dan lainnya.

Dengan senang hati saya lompat ke darat menyapa ketua stasi:"Selamat pagi ". Saya dengar dia menjawab:"Bilang datang jam 8. Ini sudah jam 9". Saya langsung tinggalkan ketua stasi dan menuju ke gereja sambil menunggu umat datang.

Saudara dan saudari terkasih, saat saya mendengar kata-kata ketua stasi, saya merasa jengkel, kecewa dan kurang dihargai perjuangan saya bangun subuh dan lain kali mesin mati di tengah laut karena menyesuaikan kecepatan dengan gelombang atau ambak. Tetapi akhirnya dalam permenungan, saya menemukan bahwa umat saat itu bukan lagi umat zaman perahu layar tetapi sudah umat zaman perahu mesin tempel. Dahulu pastor tidak pasti tiba, tetapi sekarang sudah dapat dipastikan. Sehingga umat, mereka.sudah memgatur waktu baik ke kebun atau ke laut dan juga persiapan lain karena perubahan waktu. Karena setelah.misa ketua stasi katakan:" Pastor minta maaf kami tidak siap.memasak". Hehehehe. Akhirnya dari reaksi spontan jengkel bisa menemukan kelegaan.

Hari ini Yesus mengajarkan para muridNya bagaimana mengampuni sesama. Jika mau diampuni, maka harus memiliki semangat untuk mengampuni dengan bercermin pada Guru, yaitu Yesus.

Tuhan memberkati saudara dan saudari seluruh umat Mamajang dan segala aktivitas sepanjang hari ini.



Renungan oleh Pastor Fanny Stephanus Manengkey, MSC

(https://www.facebook.com/jacjuli.manengkey)



Sumber gambar : sesawi.net